Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Januari 18, 2008
Ketua Umum PB MABMI H Syamsul Arifin SE yang bergelar Datuk Srilelawangsa Hidayatullah menyatakan, ia tidak berani jadi apa pun, apalagi jadi Gubsu tanpa doa emak. “Sejak kecil saya cukup respek dan menghormati kaum perempuan. Demi Allah, kalau tidak karena emak saya yang meminta maju sebagai balon Gubsu, pasti saya tidak mau,” ujarnya di hadapan majelis taklim se Kecamatan Labuhan Deli dan Medan Marelan dalam peringatan 1 Muharram 1429 Hijriah di masjid tua Al Osmani Jalan Medan-Belawan km 18 Medan, Kamis (10/1).
Menurut Datuk yang hadir didampingi Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut H Ahmad Ghazali Syam, keberhasilannya menjadi Bupati Langkat, juga karena peran emak, istri dan dua anak perempaunnya.
Dengan demikian, tegas Datuk, pada hakikatnya perempuan pulalah yang menjadi penggagas pemanfaatan peluang reformasi politik, dimana jabatan KDH sejak awal reformasi itu tidak lagi mutlak milik kalangan PNS dan TNI/Polri.
Karenanya, sambung Datuk, perempuan semestinya dihormati dengan memposisikannya sebagai penyegar ingatan, minimal di rumah tangga dan lingkungannya masing-masing.
Dalam acara yang mengundang Al Ustadz Drs M. Hasby Al Mawardi Lubis sebagai pentaushiyah itu, Datuk mendapat ucapan selamat ulang tahun ke -56 yang jatuh pada 10 Muharram 1429 Hijriah. Pada waktu yang sama, di pelataran masjid, KUBE Anak Nelayan merentangkan spanduk mendukung sepenuhnya Datuk Srilelawangsa menjadi Gubsu periode 2008 – 2013.
Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »
Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Januari 16, 2008
Perjalanan waktu terus berlalu, berbagai peristiwa dan kenangan baik
yang menyenangkan maupun berbentuk ujian telah dilalui. Memang segala
sesuatu telah digulirkan dan digilirkan pada waktunya. Adalah bijak
selaku makhluk yang lemah dan hina menjadikan perjalanan dalam hidupnya
sebagai sebuah pembelajaran yang melekat dalam diri. Orang bijak
mengatakan, jangan jatuh ke lubang yang sama. Itulah prinsip yang mesti
dianut agar kita menjadi manusia yang beruntung.
Berbagai
peristiwa yang kita alami di tahun 2007, hendaklah menjadi cermin
betapa kita ingin berencana dan berbuat , namun kuasa Illahi, Tuhan
Yang Maha Kuasa tetap di atas segalanya. Insan yang cerdas adalah insan
yang menjadikan masa lalu sebagai bagian hidup yang berharga untuk
melangkah menuju ke arah yang lebih baik di hari depan. Terhadap
berbagai keberhasilan yang diperoleh, tentu kita tidak boleh menepuk
dada sebab di samping keberhasilan itu tentu ada pihak dan banyak pihak
yang telah berperan dalam menunjang pencapaian keberhasilan diri kita.
Introspeksi
Adalah
sebuah hal yang bijak, jika kita melalukan introspeksi guna melakukan
evaluasi terhadap sepak terjang aktivitas kita di tahun 2007. Hasil
evaluasi tersebut dijadikan barometer nyata bagi peningkatan derajat
kita maupun kesuksesan kita di tahun 2008 mendatang. Dalam Islam
mengajarkan Orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin itulah
orang yang beruntung, Orang yang hari ini sama dengan hari kemarin
itulah orang yang merugi, dan Orang yang hari ini lebih jelek dari hari
kemarin itulah orang yang celaka.
Optimisme
Hal inilah
yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk menuju ke hari depannya.
Tantangan dan peluang pasti ada dan itu romantika kehidupan. Akan
tetapi bagaimana cara kita mampu menyelesaikan tantangan itu sebagai
sebuah nilai peluang dan menjadikan peluang sebagai sebuah keberhasilan
itulah yang seharusnya dilakukan. Jangan mudah mengeluh, jangan
berputus asa, sebab kita masih punya harga diri dan harga diri itu
tercermin dari perilaku keseharian kita.
Dalam kesempatan akhir
tahun dan menjelang tahun baru ini, saya mengajak segenap kompoe warga
Sumut serta diri saya sendiri untuk terus melakukan reorientasi
kebermaknaan dalam hidup. Dari mana, sedang dimana dan mau kemana?,
semuanya terletak pada kemauan dan kesadaran kita dalam mensyukuri
nikmat dari Sang Maha Pencipta. Tanyakan nurani kita sebab ialah yang
jujur memberikan jawaban, dan setelah itu bangkitlah. Susunlah sejumlah
perencanaan secara matang dibarengi sikap tawakkal pasrah diri
kepada-Nya untuk meniadakan sikap takabur maupun ria.
Akhirnya,
marilah kita iringi langkah meninggalkan tahun 2007 dengan cermin diri
yang besar dan berjalanlah menuju tahun 2008 dengan sikap optimis yang
matang penuh perhitungan. Dengan bekal itu Insya Allah kita menjadi
manusia yang meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Penulis adalah Bupati Langkat dan Ketua Umum PB MABMI
Diposting oleh : Sofiyar dan Erik samosir
Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »