Gubsu SYAMSUL ARIFIN SE

Gubernur Rakyat Sumatera Utara 2008-2013

Arsip untuk Februari, 2008

Syamsul Arifin: Pilkada Bukan Pertarungan Agama

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Februari 29, 2008

Diposting Erik samosir dan sofiyar dari harian SIB1_337128147l.jpg

Cagubsu H Syamsul Arifin SE mengimbau masyarakat Sumut untuk tidak mengait-ngaitkan isu agama dalam proses pilkada di daerah ini. Apalagi kalau sampai saling menyalahkan agama. Karena menurutnya, pilkada bukan “pertarungan” agama.

Pernyataan itu disebutkan Syamsul pada acara diskusi bersama Cagubsu 2008-2013 sekaligus sebagai rangkaian kegiatan rapat kerja tahunan 2008 Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Cabang Medan-Sumut di Hotel Danau Toba Internasional Medan.

Pada kegiatan yang menghadirkan sejumlah pengacara itu, Syamsul menegaskan tidak perlu ada rasa ketakutan di masyarakat terkait agama yang dianut pasangan calon. “Yang kita takutkan justru orang yang tidak punya agama,” ujar Syamsul yang saat melakukan dialog tersebut didampingi Cawagubsu Ir Gatot Pudjonugroho yang merupakan pasangannya.

Dia menyampaikan hal itu karena membaca adanya gambaran kegusaran di masyarakat, akan pasangannya Gatot Pudjonugroho, politisi Partai Keadilan Sejahtera.

Pasalnya PKS dinilai sebagai Islam beraliran keras, namun sebut Syamsul terkait persoalan agama harus tetap berpedoman pada apa yang telah disebutkan dalam Al Quran yaitu “Lakum Diinukum Waliyadiin” dengan tidak memaksakan agama yang dianut orang lain.

Prinsip PKS itu bahkan menurut Syamsul telah terbukti dengan diterimanya PKS di kawasan Indonesia Timur yang mayoritas masyarakatnya penganut non-Muslim. “Saya juga tahu bagaimana jiwa Pak Gatot karena kami sama-sama di FKPPI, tentunya jiwa nasional anak tentara sama ada pada kami,” ujar Syamsul yang juga Bupati Langkat ini.

Pada dialog tersebut pasangan ini juga mendapat ragam pertanyaan dari sejumlah pengacara yang hadir termasuk mengenai persoalan hukum di negeri ini yang cenderung membingungkan. “Kalau saya gubernurnya pasti akan berubah hukum di Sumut,” ujarnya.

Hal itu ditegaskannya, karena menurut Syamsul dia bukan tipe orang yang suka melanggar hukum. Bahkan lanjutnya, meskipun menjabat sebagai penguasa di Langkat, semua prosedur tak mutlak menjadi keputusannya sendiri. “Tapi semuanya melalui prosedur dari mulai kasubag, kabag, sekda, hingga wakil bupati,” paparnya.

Sedangkan Gatot Pudjonugroho menyampaikan mengenai persoalan hukum yang terpenting bagaimana mengupayakan proses hukum itu bisa berjalan.

Pada kegiatan yang dipandu moderator kondang drg Dols Barbarosa itu, pasangan Syamsul-Gatot juga diulosi di akhir acara.

Ditulis dalam Tidak terkategori | 2 Komentar »

Bertemu Dengan Marahalim Harahap Dan Bercerita Tentang Pembangunan Tapsel

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Februari 27, 2008

Medan (Diposting oleh erik samosir dan sofiyar dari harian SIB)
Cagubsu H Syamsul Arifin SE bersilaturrahmi dengan mantan Gubernur Sumatera Utara H Marahalim Harahap dan keluarga, Senin (25/2) di Rumah Sakit Permata Bunda Jalan Sisingamangaraja Medan. Kunjungan Ketua Umum PB Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) terpaksa dialihkan dari kediaman karena Gubernur yang pernah terbaik itu di Indonesia mendadak sakit.
Didampingi anak dan menantu yang salahsatunya Gumala Harahap dan Prof Dr Madjid, mantan Gubsu ini mempertanyakan kapan jadual pelantikan cagubsu dari Parpol Islam dan nasionalis tersebut menjadi gubernur.
“Kapan jadual pelantikan sebagai gubernur,” kata Marahalim Harahap sembari ditanggapi anak dan menantunya bukan pelantikan tapi pencoblosan tanggal 16 April 2008 yang diiringi ketawa seluruh keluarga dan Syamsul Arifin.
Kunjungan yang penuh kekeluargaan tersebut, Marahalim meminta kepada Syamsul Arifin bila sudah menjadi Gubernur Sumut agar jalan ke kampungnya diperbaiki.
Mantan Gubsu berusia 86 tahun ini menyatakan bahwa dirinya siap mendampingi cagubsu yang dikenal sebagai sahabat semua suku ini jalan kemana saja, khususnya Tapanuli Selatan, Mandailing Natal dan Padang Sidimpuan.
Syamsul Arifin dalam kesempatan itu mengatakan, kalau dirinya sudah melihat kondisi daerah mantan Gubernur Sumut termasuk masalah jalan. Pengalaman itu dirasakannya saat berkunjung ke Tabuyung, Penyabungan, Sidimpuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.
Masalah ini, ujar mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara karena yang mengelolanya tidak punya hidayah. Sehingga arah pembangunan tidak mengacu pada kebutuhan masyarakat.
“Orang berpikir pembangunan itu berhasil harus membangun mall, sementara kebutuhan daerah itu lain. Hal lainnya yang riskan saat banyak orang Mandailing hanya merasa Mandailing saat di luar, tapi daerah sendiri tidak merasa orang mandailing,” jelasnya.
Untuk itu, kepala daerah pertama di Indonesia dari kalangan swasta ini menyampaikan apresiasi terhadap mantan Gubsu yang banyak menerima penghargaan karena peduli pendidikan membangun USU, dan PDAM Tirtanadi serta membangun jalan hotmix di Pangkalan Susu.
“Jujur saya katakan saya bangga dengan Bapak, karena mendharmabaktikan hidupnya untuk masyarakat. Makanya Bapak bisa menikmati kehidupan wajar selama 30 tahun lebih sebagai orang biasa dan Bapak tetap mendapat penghargaan dari masyarakat,” tandasnya.
Setelah bercengkrama, Syamsul dan Marahalim berpelukan dan berjanji akan saling memperhatikan. Terhadap keluarganya, ia meminta mendukung dan mendoakan Syamsul Arifin sebagai gubernur Sumut. (Diposting ERIK SAMOSIR dan SOFIYAR dari harian SIB)

Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »

Syamsul Arifin SE bertemu GM Panggabean Dan Pembangunan Tapanuli

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Februari 26, 2008

Cagubsu Syamsul Arifin SE mengatakan, jika dirinya terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara periode 2008-2013, dia akan melakukan apa yang pernah diajarkan Pak GM Panggabean kepadanya, sebagai Orangtua dan Gurunya, yaitu bekerja keras dan berusaha sekuat mungkin untuk membuat rakyat agar tidak bodoh, tidak sakit, tidak lapar dan mempunyai masa depan.
Untuk itu akan diprioritaskan pendidikan yang berkualitas, kesehatan, pertanian dan ketersediaan pangan dan pembangunan spiritual menghadapi masa depan.
Syamsul Arifin juga berjanji akan membangun Danau Toba sebagai obyek pariwisata yang begitu dikagumi di dunia.
Syamsul Arifin juga akan sangat memperhatikan pembangunan daerah Tapanuli.
“Tanpa diminta pun, saya akan membangun Tapanuli, saya sedih melihatnya dengan keadaannya yang sekarang”, kata Syamsul Arifin.
Mungkin perjuangan ini tidak akan bisa tercapai dalam masa jabatan 1 periode (5 tahun), akan tetapi 60% pun bisa tercapai, sudah syukur, untuk dapat diteruskan oleh Gubernur selanjutnya, kata Syamsul Arifin.
Cagubsu H Syamsul Arifin SE mengaku sedih dan prihatin dengan keadaan pembangunan Pantai Barat dan Tapanuli keseluruhan jauh tertinggal, baik jalannya, jembatannya juga irigasinya setelah turun langsung ke daerah itu baru-baru ini. Tanpa diminta dirinya akan lebih memperhatikan pembangunan di daerah itu bila kelak terpilih menjadi Cagubsu 2008-2013 termasuk pembangunan daerah wisata Danau Toba.
“Tanpa diminta pun, saya sudah sedih melihatnya. Pantaslah rakyat marah, setelah saya turun ke Tapanuli hingga ke Tabuyung Madina dan masuk ke kampung-kampung, sedih kita, melihat pembangunan jalan, jembatan dan airnya pun coklat,” ujar Syamsul Arifin, Senin (25/2) saat menemui Pemimpin Umum Harian SIB DR GM Panggabean untuk minta petunjuk, arahan dan nasihat.
Di sisi lain, saya tidak menyenang-nyenangkan orang Tapanuli, pantaslah orang Tapanuli marah. Sudahlah jauh dari ibukota propinsi, orang selama ini mengenal Tapanuli itu hanya Parapat dan Siantar, selesai. Kalau salah saya tolong koreksi Ketua, katanya kepada Pak GM. Secara spontan Pak GM membenarkan dan hal itu bukan hanya lips service.
“Rakyat menginginkan kalau itu hitam ya hitam, tak ada lagi pidato-pidato yang dipoles. Sekarang bagaimana ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan nyata. Tekad Pak Syamsul Arifin ini bagus dan pasti akan diterima oleh rakyat, kata Pak GM.
Masyarakat Tapanuli mempertanyakan kepada Syamsul agar berjanji bila terpilih akan memperbaiki jalan dan jembatan saja. Saya jawab, kata Syamsul, belum janji saja sudah sedih saya melihatnya. Sebagai anak pejuang, cucu pejuang dan orang pergerakan tapi belum melihat arti kemerdekaan bagi mereka. Jadi program Raja Inal tentang Marsipature Hutana Be (MHB) perlu didorong dan dihidupkan kembali bagaimana kita mampu meyakinkan pemerintah pusat dengan data dan fakta yang ada, pahadal potensi kita ada. “Kita tidak perlu berjanji, tapi yang perlu sentuhan-sentuhan”, ujarnya.
Pokoknya, masyarakat tidak boleh sakit, tidak boleh bodoh, tidak boleh lapar dan harus punya masa depan. Masyarakat harus tahu arti kesehatan, dan arti pendidikan. Kita harus lebih maju dan bila dilihat dalam kurun waktu 10 tahun ini, tidak ada pembangunan irigasi baru untuk menopang ketahanan pangan. Juga diuraikan tidak adanya kontribusi perkebunan ke daerah ini juga keuntungan Telekomunikasi yang mencapai Rp 1,7 triliun juga tidak memberikan kontribusi. Padahal 10 atau 15 persen saja disisihkan untuk membangun irigasi sudah bagus.
Kunjungannya ke daerah-daerah di Tapanuli, kata Syamsul, untuk melihat secara langsung keadaan masyarakat, apa tantangan dan apa yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Menurut Syamsul Arifin, Gubernur hari ini tidak lagi sama dengan gubernur dulu. Sekarang harus sharing kekuasaan (membagi kekuasaan) sebab jabatan gubernur itu bukan lagi “God Father”. Setelah terpilih nanti, saya mungkin tidak 30 hari penuh berkantor di Jalan Diponegoro dan mungkin hanya maksimal 10 hari. Selebihnya turun dan berkeliling ke daerah-daerah membantu para bupati.
Syamsul Arifin yang mengakui Pak GM sebagai bapak, guru dan ketua ini, juga menjelaskan bahwa di era otonomi daerah ini masing-masing merasa paling berkuasa. Gubernur dulu sungguh berbeda dengan gubernur sekarang. Gubernur sekarang hanya perwakilan pemerintah pusat di daerah.
Syamsul Arifin juga menyebutkan Pak GM selaku seniornya maka dia datang untuk meminta nasehat. Dijelaskan juga bahwa dia berpasangan dengan Gatot Pudjo Nugroho (Ketua PKS Sumut), orang bisnis dan juga dosen serta sama-sama anggota dewan penasehat FKPPI Sumut.
Jadi kita ini harus sadar bukan “God Father” tapi pelayan, pelayan bupati/walikota, pelayan rakyat. Kejujuran dan kesungguhan itu yang perlu, ujarnya seraya memohon doa restu dari Pak GM.
Ternyata Syamsul Arifin cukup populer juga, ketika mau meninggalkan Kantor SIB kemaren, banyak massa telah berkerumun di luar, ingin menyalam Cagubsu Syamsul Arifin dan minta foto bersama.Bertemu GM Panggabean

Ditulis dalam Tidak terkategori | 1 Komentar »

Abangda Syamsul Arifin SE mendapatkan NO urut 5

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Februari 21, 2008

080221_cagub2n5.jpg080221_cagub2n5.jpgCagubsu H Syamsul Arifin SE mengatakan, angka 5 yang dia peroleh dalam pencabutan nomor urut yang dilaksanakan KPU Sumatera Utara, Rabu (20/2) di Hotel Madani merupakan anugerah Tuhan. Ia kemudian mengaikan beberapa hal dengan angka tersebut.

“Bagi saya ini anugerah Tuhan, karena dua kali saya mencabut nomor terus-terusan mendapat angka 5. Dan saya hoki menerima angka 5 ini. Apalagi, angka 5 ini sangat dekat dengan kehidupan saya. Pertama umur saya 55 tahun, tahun lahir saya 52, angka itu menunjukkan angka 5 menunjukkan umur dan 2 merupakan proses saya memperoleh angka 5,” jelas Syamsul.

Selanjutnya, ujar kepala daerah pertama di Indonesia dari kalangan swasta ini, angka lima merupakan lambang kesempurnaan dan persatuan serta loyalisme. Artinya, ujar Syamsul, tanpa lima jari siapapun orangnya tidak akan bisa memegang benda dengan kokoh. “Begitu juga saat kita makan, lima jari ini saling berbeda ada yang pendek, kecil, kurus, gemuk, tapi di saat menggenggam nasi semuanya menyatu dan sama rata dengan tujuan yang sama yakni mulut, kelima jari tidak pernah berbeda tujuannya,” jelasnya.

Syamsul Arifin juga menjelaskan, angka 5 itu merupakan simbol penggabungan religiusitas dan nasionalisme. Pertama, rukun Islam itu 5, salat 5 waktu sehari semalam. Sementara angka 5 itu erat kaitannya dengan Pancasila.

“Pancasila itu tidak lahir begitu saja, tapi merupakan tata nilai kehidupan di Indonesia yakni, Ketuhanan, kemanusian, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial. Jadi, pasangan kami hari ini erat kaitannya dengan aura keislaman dan jawa,” tandasnya.

Dalam suku Jawa angka 5 itu, jelas Syamsul, dikenal dengan dengan Mo Limo (5 M) lima prinsip larangan yang tidak boleh dilakukan di masyarakat. Selain itu ada juga ada prinsip berbuat baik yang dalam istilah Jawa Tombo Ati. “Jadi dengan angka 5 ini kami bersyukur kepada Allah SWT memberikan jalan terbaik bagi pasangan Religiusitas dan nasionalisme ini. Dan kami juga memohon doa dan restu dari masyarakat Sumut bisa menjadi Gubernur Sumut,” tandas mantan Ketua KNPI Sumut ini.

Ditulis dalam Tidak terkategori | 2 Komentar »

SYAMSUL ARIFIN SE BERCERAMAH DI DEPAN PEMUKA GEREJA SE-SUMUT

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Februari 14, 2008

Mencari dan memilih daerah Sumut ke depan tidak harus dipersoalkan dari faktor suku mau pun agamanya. Pemimpin ke depan itu harus memiliki program dan skedul yang jelas serta tidak muluk-muluk. Pemimpinnya cukup memiliki 4 program. Pemimpin itu harus takut pada Tuhan, peduli kepada umat atau masyarakatnya, bertanggungjawab kepada bangsa dan negara serta siap untuk menang, terlibih siap untuk kalah.
Hal ini dijelaskan H Syamsul Arifin SE kepada sekitar 70 pemimpin agama dari 41 Gereja di lingkungan PGPI Sumut, Kamis (18/10) di aula Retreat Center GBKP Sukamakmur, Sibolangit.

Disela-sela acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) PGIP Sumut dan NAD tahun 2007 itu, Syamsul yang juga Bupati Langkat dan Wakil Ketua Majelis Pemuda Indonesia Sumut mengharapkan, masyarakat Sumut tidak perlu terlalu bingung mencari dan memilih calon pemimpin di Sumut ke depan. Kalau pemimpin takut kepada Tuhan, dunia ini akan damai.

“ Tidak ada umat yang tidak takut pada Tuhan, kecuali Judas Iskariot, atau dalam bahasa Arab, Judas itu disebut, jin dan setan. Apakah calon-calon pemimpin itu bila saat pemilihan kepala daerah (Plkada-red) tiba, baru rajin ke gereja atau ke rajin mesjid, itu bukan pemimpin yang baik”, ujar mantan Ketua KNPI Sumut dan yang juga mengaku bermarga Sembiring, Silaban dan Duha ini tegas didampingi moderator, Pdt NP Sitorus STh, MA (ketua panitia-red) dan Ketua Umum PGPI Sumut dan NAD tahun 2007, Pdt Paul Wakkary.

Demikian juga dalam Musda PGPI ini. Kalau ada umat yang nantinya tidak terpilih dan tidak duduk lagi dalam kepengurusan PGPI Sumut dan NAD 2007-2012 tidak keluar dan membentuk sekte-sekte baru. Tapi seharusnya siap kalah dan siap menang untuk memajukan program-program pembangunan demi kesejahteraan umat itu. Di umat Muslim itu sendiri ada demikian. Namun yang kita harapkan, calon pemimpin ke depan tidak perlu banyak “bual”, tapi ada implementasinya kepada masyarakat itu secara langsung.

Pemimpin itu harus dapat programkan dan jamin masyarakatnya itu nanti tidak lapar, rakyatnya sehat dan pintar, jamin generasi muda itu memiliki masa depan yang baik, tambahnya.
Pada kesempatan itu, Syamsul juga mengakui kelemahan-kelemahan para pemimpin daerah saat ini banyak tidak benar dan berbohong akibat tugas-tugas mulia para pemuka dan tokoh agama tidak seperti yang diharapkan Tuhan.

Pemimpin-pemimpin agama dan pemuka-pemuka agama itu umumnya “murtad”. Tidak berani mengatakan dan menegur pemimpin yang salah dan tidak benar menjalankan program pembangunan sebagaimana mestinya. Akhirnya, kami tuan-tuan pemimpin daerah ini terus melakukan pembohongan kepada rakyat, tegasnya sambil menyebut dirinya memang ekstrim selagi berbicara dengan fakta.

Syamsul juga mengakui bahwa pihaknya berkeiginan menjadi pemimpin ke depan dan sudah melakukan berbagai langkah serta sosialisasi kepada masyarakatnya di Langkat untuk memilih calon pemimpin di Sumut ke depan cukup dengan 4 program. Namun diakuinya bahwa, ia belum ada mengatakan kepada masyarakatnya agar memilihnya menjadi calon gubernur di Sumut Pihaknya sampai saat ini belum ada yang mencalonkannya menjadi calon pemimpin Sumut pada Pilkadasu yang akan datang.

“ Tugas kita hanya 2. Pak. Berdoa dan berusaha. Kalau Tuhan berkeinginan memakai saya menjadi pemimpin ke depan, apa salahnya. Mudah-mudahan Tuhan memberi mujizat kepada saya. Kalau Tuhan gerakkan hati Saudara sekalian, mungkin semua akan dapat berubah dan saya jadi pemimpin itu,” lanjutnya lagi.
Golkar memang sudah memutuskan Bung Ali Umri menjadi calon gubernur ke depan. Sementara sampai sat ini PDI P belum jelas bagaimana partai ini merekrut calon gubernur. Saya sudah daftarkan diri ke PAN dan Demokrat. Kalau pun kedua-dua partai ini mencalonkan, saya belum memenuhi syarat menjadi calon. Yang jelas, saya siap untuk dicalonkan, tambahnya lagi.

Pembinaan Umat
Pada kesempatan itu, Syamsul juga mengungkapkan bahwa pihaknya cukup antusias membangun kesatuan dan persatuan umat beragama di daerahnya. Konsep 20 tahun ke depan telah diwujudkannya melalui program penghijauan 2 juta pohon tahun 2008 melalui Yayasan Abdi Mulia. Tahun 2009 direncanakanya lagi penghijauan 2 juta pohon lagi.

Seandainya konsep tersebut gagal 50 persen dan kalau diperhitungkan nilai hasil penghijauan 20 tahun ke depan, sekitar Rp 50 triliun akan diperoleh umat di Langkat dalam upaya membangun persatuan dan kesatuan serta kesejahteraan umat itu sendiri.

“ Bagaimana kita menjalankan kesatuan dan persatuan kalau perbedaan ekonomi kita saling jauh berbeda. Pendeta di kota naik mobil dan Pendeta di desa-desa kemungkinan naik sepeda. Berbicara keimanan memang semua orang bisa mengatakannya dan gampang diucapkan. Sama dengan segampang menghafal bibel dan AL’quran. Tapi sukar untuk menjalankannya kepada sesama kita,” tegasnya mengakhiri.

Sumber : (M37/M30/r)  Harian SIB, Sibolangitdiulosi.jpg

Ditulis dalam Tidak terkategori | 1 Komentar »

Pencalonan Syamsul Arifin Direstui Pengetua adat Samosir

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Februari 14, 2008

Para Pengetua Adat Negeri Limbong di Perkampungan Guru Tateabulan (Pusuk Buhit) Kecamatan Sianjur Mula-mula Samosir merestui pencalonan H Syamsul Arifin SE menjadi Calon Gubernur Sumut (Cagubsu). Dukungan itu disampaikan Pengetua Adat Negeri Limbong Oppung Parada Limbong dalam upacara adat pengangkatan H Syamsul Arifin Silaban SE sebagai Raja Batak yang berlangsung di Pusuk Buhit Desa Sarimarihit.1_310853959m.jpg

Pengangkatan Syamsul Arifin menjadi Raja Batak itu ditandai upah-upah ala Batak, pemakaian ulos dan topi serta senjata khas Batak yang dilakukan secara berurutan oleh empat tokoh Adat Negeri Limbong, dilanjutkan penyerahan tongkat Raja yang dilakukan sesepuh suku Batak Ricard Hutabarat.
Menurut Oppung Parada, tidak semua pemimpin apalagi dia bukan anak Batak tulen dapat diangkat menjadi Raja Batak. Sebab pengangkatan sebagai Raja Batak sama halnya dengan memberikan kepercayaan penuh terhadap yang diangkat tersebut untuk memimpin dan mengayomi semua orang Batak.

Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »

Partai Golkar Langkat Bertekad Menangkan Syamsul Arifin

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Februari 8, 2008

Partai Golkar Langkat melaksanakan konsolidasi di Kecamatan Babalan, Senin (29/1) dan bertekad untuk memenangkan dan mengusung H Syamsul Arifin SE untuk menjadi Gubernur Sumatera Utara periode 2008-2013 mendatang.

Konsolidasi yang diikuti sembilan desa/kelurahan yang dipimpin langsung Ketua DPD Partai Golkar Langkat H Syafruddin Basyir tampak meriah yang dihadiri seluruh pengurus Partai Golkar se-Langkat.

Syafruddin Basyir dalam arahannya mengatakan, Partai Golkar Langkat tidak mau dicabik-cabik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, justru itu ia bertekad memulihkan kembali Partai Golkar ini.

Dokungan Partai Golkar untuk memenangkan Syamsul Arifin SE dalam Pilkada Gubsu tidak diragukan lagi.

“Kapalnya cukup besar yang sedang berlayar dan sudah ada 12 penumpang di dalamnya yang dilengkapi dengan nakhodanya, mualim dan masinisnya ini merupakan satu keuntungan besar bagi kita semua,” ujar Syafruddin Basyir.

Dikemukakan, kapal ini sangat besar yang telah dibuat secara bersama sama itu yakni PKS mencari papan dan brotinya, PPP mencari paku dan 10 partai lainnya mencari alat dan bahan lainnya agar kuat dan kokoh.

“Dengan 12 penumpangnya kapal akan berlayar menuju Pulau Bahagia, kalau kita bersatu sangat membahagiakan kita dan dukungan terhadap H Syamsul Arifin SE menjadi Gubsu ini jelas 23 persen suara dimiliki calon kita,” tegasnya.

Sementara, Kanit Reskrim Pangkalanbrandan Iptu Azhari SE yang mewakili Muspika meminta warga pencinta partai dalam mendukung idolanya pada kampanye pilkada nanti tidak bertindak anarkis dan gontok-gontokan.

“Pelihara persatuan dan kesatuan, sukseskan pilkada nanti. Siapapun pemenangnya mari kita dukung bersama sama agar Sumut menjadi kondusif aman dan damai yang didambakan warga seluruhnya,” ujarnya.

diambil dari harian GLOBAL oleh redaksi pilih syamsul(erik samosir dan sofiyar)bang syamsul masih yang terbaik

Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »

Syamsul Arifin, Malaikat Maut dan Surat Yusuf

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Februari 8, 2008

 

Suatu hari, aku menghadiri sebuah acara di Istana Maimon-Medan. Wah…!, pengunjungnya ramiiiiiiii…….Sejumlah tokoh masyarakat di Sumut hadir, termasuk H Chairuman Harahap SH.

 

Calon Gubernrur Sumut, H Syamsul Arifin SE juga hadir saat itu. Tapi, waktu itu, Bang Syamsul belum lagi sebagai calon. Perahu saja belum dapat.

 

Bla…, bla…, bla acara berlangsung oke. Termasuk, pidato-pidato yang cenderung membosankan.

 

Nah, menjelang acara berakhir, H Syamsul Arifin naik podium. Bang Syamsul yang mendapat cap “Pejabat Sahabat Rakyat”  itu di podium tidak tampil sendiri. Dia didampingi istri tercinta Hj Fatimah Habibie.

 

Bla…, bla…, bla…. Panjang lebar bertutur kata, sang istri nan cantik dan bersahaja itu mencubit lengan Bang Syamsul. Kode, agar Bang Syamsul menyudahi cakap-cakapnya. Maklum saja, malam mulai larut.

 

Dasar Bang Syamsul dicubit istrinya nan cantik, malah dia bertutur tentang istrinya itu. “Saya.., dulu susah sekali mendapat istri saya ini. Dia cantik, sedangkan saya…,tengoklah…”, ribuan pengunjungpun tergelak, termasuk Chairuman Harahap.

 

Memang, siapapun tahu kalau “merujuk” wajah Bang Syamsul, rasa-rasanya mustahil mendapatkan Hj Fatimah Habibie.

 

“Waktu saya melamar, berdebar hati ini melihat kecantikannya. Saya ragu apakah lamaran diterima. Tetapi, orangtua saya menganjurkan saya membaca salah satu surat di Al Qur’an, surat Yusuf”,tutur Bang Syamsul buka rahasia.

 

“Petuah orangtuah saya turuti, lamaran dikabulkan, hatipun berbunga-bunga. Tapi, menjelang hari pernikahan, saat saya masuk ruangan, saya lihat istri saya ragu-ragu. Dalam hatinya, istri saya berkata-kata, apa ini calon suamiku?”,kata Bang Syamsul lagi.

 

Padahal, sebelum memasuki rumah Hj Fatimah Habibie, Bang  Syamsul sudah diwanti-wanti orangtuanya untuk kembali membaca surat Yusuf. Tapi, kala itu Bang Syamsul lupa.

 

“Wajar saja dia ragu. Soalnya tempo hari yang dating dilihatnya ganteng. Tapi, yang datang sekarang, seperti malaikat maut”,ujar Syamsul Arifin, yang diikuti tawa terpingkal-pingkal ribuan massa. Termasuk Chairuman SH juga.

 

“Setelah saya baca surat Yusuf, akhirnya prosesi pernikahan pun lancar. Sampai sekarang, kami hidup rukun dan bahagia. Kami juga memiliki anak-anak yang sholeha”,ujar Bang Syamsul. Seraya mencubit lagi lengan Bang Syamsul, wajah Hj Fatimah Habibie terlihat merona malu.

 

Orang-orang boleh saja tergelak. Tapi, aku berfikir, ada sebuah hikmah yang patut menjadi contoh buat orang banyak. Pertama, keyakinan kepada Allah SWT. Kedua, patuh kepada orangtua.

 

Al Qur’an merupakan firman maupun  kata-kata Allah SWT, yang patut menjadi pedoman hidup bagi ummat Islam. Sedangkan surat Yusuf merupakan bagian dari Al Qur’an.  

 

Keberhasilan H Syamsul Arifin SE mempersunting Hj Fatimah Habibie nan cantik, tentunya bukanlah semata-mata surat Yusuf. Namun, keyakinannya yang sangat tinggi  kepada Allah SWT, yang membuat berhasil mempersunting Hj Fatimah Habibie. Surat Yusuf, tentunya hanya pengantar saja.

 

Tetapi, keyakinannya itu tentunya tidak terlepas dari ridho orangtuanya. Sebagai anak yang berbakti, Bang Syamsul mematuhi ucapan dan perintah orangtuanya. Akhirnya, klop lah,  semuanya berjalan sesuai rencana.

 

Dalam konteks Pilgubsu April mendatang, aku menganalogikan Gubernur bagai sosok perempuan nan cantik dan memikat. Posisi gubernur merupakan rebutan banyak orang. Guna meraih jabatan gubernur, tentunya pada Cagub sudah melakukan tebar pesona untuk menarik pikat.

 

Bang Syamsul, figur yang dekat dengan Allah SWT dan patuh serta sayang kepada orangtuanya, juga berusaha meraih kursi Sumut 1. Berbekal kedekatannya dengan Allah SWT-Tuhan Yang Maha Esa, Bang Syamsul menginginkan rakyat Sumut, Sehat, Pintar dan Tidak Lapar.

 

“Kalau bertanggungjawab terhadap masyarakat dan negara, itu tidak terlalu sulit. Tapi, mempertanggungjawabkan kepada Allah SWT, itulah yang terberat. Makanya, saya tidak boleh main-main. Makanya, saya memiliki konsep dan program yang jelas, agar rakyat Sumut, Sehat, Pintar dan Tidak Lapar”,ujar Bang Syamsul saat depat kandidat Gubsu beberapa hari lalu,di Hotel Arya Dutha.

 Dalam hatiku berkata; “sepantasnya lah rakyat Sumut memilih, figure yang dekat dengan Alllah SWT-Tuhan Yang Maha Esa dan patuh serta sayang kepada orangtua”.(***) SYAMSUL MANUSIA RENDAH DIRISYAMSUL MANUSIA RENDAH DIRI

Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »