Diposting Erik samosir dan sofiyar dari harian SIB![]()
Cagubsu H Syamsul Arifin SE mengimbau masyarakat Sumut untuk tidak mengait-ngaitkan isu agama dalam proses pilkada di daerah ini. Apalagi kalau sampai saling menyalahkan agama. Karena menurutnya, pilkada bukan “pertarungan” agama.
Pernyataan itu disebutkan Syamsul pada acara diskusi bersama Cagubsu 2008-2013 sekaligus sebagai rangkaian kegiatan rapat kerja tahunan 2008 Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Cabang Medan-Sumut di Hotel Danau Toba Internasional Medan.
Pada kegiatan yang menghadirkan sejumlah pengacara itu, Syamsul menegaskan tidak perlu ada rasa ketakutan di masyarakat terkait agama yang dianut pasangan calon. “Yang kita takutkan justru orang yang tidak punya agama,” ujar Syamsul yang saat melakukan dialog tersebut didampingi Cawagubsu Ir Gatot Pudjonugroho yang merupakan pasangannya.
Dia menyampaikan hal itu karena membaca adanya gambaran kegusaran di masyarakat, akan pasangannya Gatot Pudjonugroho, politisi Partai Keadilan Sejahtera.
Pasalnya PKS dinilai sebagai Islam beraliran keras, namun sebut Syamsul terkait persoalan agama harus tetap berpedoman pada apa yang telah disebutkan dalam Al Quran yaitu “Lakum Diinukum Waliyadiin” dengan tidak memaksakan agama yang dianut orang lain.
Prinsip PKS itu bahkan menurut Syamsul telah terbukti dengan diterimanya PKS di kawasan Indonesia Timur yang mayoritas masyarakatnya penganut non-Muslim. “Saya juga tahu bagaimana jiwa Pak Gatot karena kami sama-sama di FKPPI, tentunya jiwa nasional anak tentara sama ada pada kami,” ujar Syamsul yang juga Bupati Langkat ini.
Pada dialog tersebut pasangan ini juga mendapat ragam pertanyaan dari sejumlah pengacara yang hadir termasuk mengenai persoalan hukum di negeri ini yang cenderung membingungkan. “Kalau saya gubernurnya pasti akan berubah hukum di Sumut,” ujarnya.
Hal itu ditegaskannya, karena menurut Syamsul dia bukan tipe orang yang suka melanggar hukum. Bahkan lanjutnya, meskipun menjabat sebagai penguasa di Langkat, semua prosedur tak mutlak menjadi keputusannya sendiri. “Tapi semuanya melalui prosedur dari mulai kasubag, kabag, sekda, hingga wakil bupati,” paparnya.
Sedangkan Gatot Pudjonugroho menyampaikan mengenai persoalan hukum yang terpenting bagaimana mengupayakan proses hukum itu bisa berjalan.
Pada kegiatan yang dipandu moderator kondang drg Dols Barbarosa itu, pasangan Syamsul-Gatot juga diulosi di akhir acara.




