Gubsu SYAMSUL ARIFIN SE

Gubernur Rakyat Sumatera Utara 2008-2013

Arsip untuk Maret, 2008

SATU TAHUN KEPEMIMPINAN, LISTRIK AKAN TERATASI

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Maret 31, 2008

31-visi_2.jpgPenyampaian visi misi calon gubernur/wakil gubernur Sumatera Utara di ruang rapat paripurna DPRD Sumut Jl. Imam Bonjol, Medan, Minggu (30/3) diwarnai joke-joke (guyon). Sementara, paparan program cenderung ‘menjual mimpi’ dan hampir semua calon menyampaikan database Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut.

Misalnya membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan, mengatasi krisis listrik dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Hal-hal seperti ini sudah sangat biasa, rakyat juga sudah bosan mendengarnya,” kata anggota DPRDSU dari Komisi E, Rafriandi Nasution, di sela penyampaian visi misi tersebut.

Rapat yang dipimpin pelaksana Ketua DPRDSU Hasbullah Hadi, Wakil Ketua Ali Jabbar Napitupulu dan Japorman Saragih, tidak dihadiri Gubsu Rudolf M Pardede. Dia diwakilkan Sekdaprovsu Muhyan Tambuse. Pasangan Ali Umri-Maratua Simanjuntak, mendapat kesempatan pertama sesuai nomor pencoblosannya, memaparkan visinya membangun Sumut yang religius, berwawasan, kesejahteraan dan lingkungan.

Keduanya juga bertekad memajukan iklim usaha yang sehat, sehingga menunjang pertumbuhan perekonomian. “Kami menaruh harapan besar kepada dunia usaha, dengan melakukan kemudahan berinventasi. Dengan begitu angka kemiskinan dapat ditekan,” kata Umri bertekad jika terpilih, dalam setahun kepemimpinannya menurunkan angka kemisikinan hingga di bawah 5 persen.

Dia juga menggaransi, dalam setahun kepemimpinannya tidak ada lagi krisis listrik, dan menjamin kerusakan jalan provinsi, kabupaten dan kota ditekan hingga 10 persen. Target lainnya, membangun bandara internasional Kualanamu, bandara Samosir dan Nias, bandara Aek Godang serta bandara di Madina.

Kemudian, melakukan subsidi honor guru-guru negeri dan swasta, memberi pelayanan kesehatan gratis dan memberi bantuan khusus kepada pemerintahan desa dan kelurahan, bertujuan membangun perekonomian masyarakat kecil. Sementara, pasangan Tritamtomo dan Bennny Pasaribu yang membuka salam dengan ucapan ‘Salom dan Horas’, lebih menekankan rasa aman dan kesejahteraan. “Bila Sumut aman, otomatis menjaring investor masuk, sehingga dapat menanggulangi kemisikinan dan pengangguran,” kata Tritamtomo.

Tema sentral itu katanya, dilakukan melalui proses membangun, kerja sama dan sama-sama bekerja. Karena itu mereka akan menjalin kerjasama dengan elemen masyarakat dan instansi terkait, sehingga program ditawarkan berjalan baik. Dia mengaku memahami benar teritorial Sumut berdasarkan pengalaman penugasannya sebagai Pangdam I/BB.

“Banyak persoalan seperti deportase (pemulangan) TKI dan kasus-kasus perompakan di selat malaka disebabkan benang merah yang terputus. “Kita juga melihat jurang antara yang kaya dan miskin cukup jauh. Jika tidak disikapi, hal ini dapat menjadi ancaman, dan menghalangi investor ke Sumut,” katanya.

Persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian mereka, termasuk mengatasi krisis listrik, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kesehatan, pendidikan dan membina harmonisasi antara agama. Sertifikasi tanah dan persoalan pupuk juga menjadi tema mereka.

“Kita akan membangun coldstorage dan koperasi-koperasi untuk menampung hasil panen petani, sehingga petani tidak lagi kesulitan menjual hasil panennya ketika panen raya,” kata Tritamtomo menegaskan, jika tidak ada titik cerah dalam tiga tahun terhitung masa kepemimpinannya, dia siap mundur dari jabatan gubernur.

Sementara, visi misi pasangan RE Siahaan dan Suherdi cenderung sama dengan calon lainnya yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membangun infrastruktur, pendidikan dan pelayanan kesehatan dengan menjalin kerjasama seluruh rakyat.

Hal sama dikatakan pasangan Abdul Wahab Dalimunthe dan Raden Mohammad Syafii. “Saya rasa visi misi yang kami sampaikan sama dengan yang lain, karena semua data berasal dari BPS,” kata Wahab. “Seperti penjelasan tentang profil Sumut dengan luas wilayah 71.680 Km2, jumlah penduduk 12.643.494, jumlah kabupaten 21, kota 7, kecamatan 325 dan desa 5.456. Tidak ada yang beda,” katanya.

Diperlukan saat ini kata dia, pemimpin yang teladan. “Kemiskinan dan penangguran disebabkan lemahnya sistem pemerintahan, dan tidak adanya kesetaraan,” katanya. Wahab mengaku bahwa visi misi yang dia sampaikan, juga calon lainnya sebuah mimpi.

“Kita harus realistis, visi misi ini adalah mimpi dan berharap ada ‘lampu Aladin’,” katanya mencontohkan, untuk membangun bandara di Sumut memerlukan biaya besar, sementara APBD Sumut tahun ini hanya sekitar Rp3,2 triliun. Bandingkan dengan Riau yang berpenduduk sekitar 6.000 jiwa, APBD nya mencapai Rp3-4 triliun.

Pasangannya, Raden M Syafii menambahkan bahwa, program mereka yang lain meningkatkan partisipasi swasta guna meningkatkan perekonomian. Juga meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan dan berpolitik, dan melindungi individu perempuan dan anak dengan menguatkan lembaga yang mengatur masalah itu. Selain itu, meningkatkan kualitas dalam kehidupan beragama, dan melawan kejahatan korupsi, yang dimulai dari pejabat tinggi hingga tingkat terendah.

Penyampaian visi misi terakhir, disampaikan pasangan Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho. Syamsul dengan gayanya yang kocak, membuka pidato politiknya dengan yakin bahwa dirinya akan menang dalam Pilgubsu. “Sama seperti pak Wahab, saya juga tidak membawa supporter, karena saya yakin supporter saya sudah berada di dalam (ruang paripurna),” katanya disambut gemuruh tepuk tangan.

Dia tidak membaca secara resmi visi misi, karena map berisi visi misi tetap dipegang wakilnya hingga akhir pidato. “Visi pertama saya, takut kepada Allah. Kalau sudah takut kepada Allah, maka akan takut kepada kesalahan,” katanya. Kemudian peduli kepada umat dan sabar. Bertanggungjawab kepada bangsa dan negara. Caranya kata dia, jangan pakai jam tangan Rolex, jangan membangun mall saja, karena rakyat masih susah.

Soal rencana jangka menengah dan jangka panjang, tentunya atas pengesahan wakil rakyat. “Kita hanya mengcombain usulan dan yang disahkan wakil rakyat, jadi tidak bisa one man show,” sebutnya.

Syamsul kemudian seakan memberi dukungan kepada saingan politiknya seperti kepada Benny Pasaribu yang mengkritik, bahwa di Langkat, tempat Syamsul menjabat sebagai bupati ditemukan kasus gizi buruk.

“Saya banyak belajar dari sahabat saya, pak Benny, dan kaget hasil investigasinya terdapat kasus gizi buruk di Langkat, karena swasembada pangan di Langkat surplus. Saat ini swasembada pangan 120 ton per tahun,” katanya. Mengenai krisis listrik, dia mengatakan, tidak menjadi gubernur pun, dia yakin bisa menuntaskan masalah ini pada 2009.

“Kami sudah sedekahkan lahan 90 hektar di Langkat untuk dibangun PLTU dengan kekuatan 450 ribu megawatt, dan direncanakan selesai 2009. Dengan beroperasinya PLTU itu, ditambah pasokan dari Taurung dan Asahan, maka krisis listrik akan selesai pada 2009,” katanya.
dan diantara pidato-pidato cagubsu diatas, pemaparan Bapak Syamsul Arifin dengan segala kerendahan dirinya, visi dan misi tersebut lebih realistis. (posting&edit by sofiyar& erik samosir)

Ditulis dalam Tidak terkategori | 2 Komentar »

Syamsul Arifin Bertambah Takut Lihat Tanda Kemenangan

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Maret 30, 2008

Kota Pinang
Cagubsu H. Syamsul Arifin, SE mengaku, bertambah takut setelah Allah memperlihatkan kepadanya beberapa tanda kemenangan dalam ‘pertarungan’ Pilkada Sumut. Satu tanda diantaranya, luapan kegembiraan masyarakat begitu besar di berbagai daerah tatkala KPU Sumut beberapa waktu lalu mengumumkan kelulusan dirinya yang berpasangan dengan Ketua DPW PKS Sumut Gatot Pujo Nugroho, ST sebagai Cagubsu – Cawagubsu bernomor urut 5.“Yang saya takutkan kalau saya menjadi Gubsu, apakah saya dapar memenuhi semua keinginan masyarakat secara baik dan benar dalam kurun waktu lima tahun pengabdian. Sebab sebagai insan yang dhaif saya masih punya banyak kelemahan, sungguh pun kata orang saya berhasil memimpin Langkat selama dua periode” ungkap Syamsul Arifin yang kesehariannya Bupati Langkat dan Ketua Umum PB MABMI ini dalam pidatonya pada acara Road Show ‘Silaturrahim keliling’ PPP di halaman kediaman Hj Zuriah Nasution di Kota Pinang Labuhan Batu, Senin Pekan lalu.

Rasa takut itu menurutnya karena pada awalnya ia tidak berambisi menjadi Gubsu, mengingat masih banyak lagi tokoh-tokoh Sumut yang dalam penilaiannya mampu memimpin Sumut. Sisi lain, dia sudah berniat akan kembali menjadi masyarakat biasa yang memiliki waktu yang cukup untuk meneruskan kewajiban terhadap istri, anak, cucu dan sanak keluarga yang lain, termasuk mengayomi orang-orang yang ingin hidup berwirausaha, setelah pensiun dari jabatan bupati Langkat pada Februari 2009.

Akan tetapi, lanjutnya, yang memberikan kepercayaan maju sebagai Cagubsu adalah ulama, tokoh agama, tokoh politik, tokoh adat, tokoh pemuda dan elemen masyarakat lainnya yang disalurkan lewat 11 parpol pada masa penjaringan, ia pun tidak punya alasan lagi untuk berkata tidak siap.

“Atas dasar itu pula saya berharap, apabila kami nanti memimpin Sumut, jangan tinggalkan kami. Sebab tanpa masyarakat, kami tidak bisa berbuat apa pun,” sebutnya.

Tidak Larut
Menyangkut banyaknya pasangan calon yang maju dalam Pilkada Sumut, Syamsul Arifin mengingatkan, umat islam tidak perlu melarutkan diri dalam ketakutan. Sebab itu juga merupakan ketentuan Allah yang perlu disikapi dengan cara yang baik dari jalan yang benar.

“Saya sejak dua tahun lalu dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PB MABMI sudah berusaha mengkerucutkan calon. Tokoh-tokoh yang saya anggap layak, sudah saya minta maju, sementara posisi saya sebagai TS yang siap untuk ikut urun rembuk. Tapi mereka semua pada waktu itu malu-malu kucing. Sekarang, inilah kondisi yang harus kita hadapi tanpa harus larut dalam permasalahan yang sudah terjadi,” tandasnya.

Ketidakpastian tokoh-tokoh dimaksud, sambung Syamsul Arifin, menjadi alasan bagi PPP, PBB, Patriot Pancasila dan sejumlah parpol lainnya untuk melakukan hubungan politik dengan dirinya dan menggagasi koalisi. Dasar yang dipakai, besarnya permintaan masyarakat. Finalnya, empat parpol islam dan tujuh parpol nasionalis dari sejumlah parpol dimaksud melaksanakan komitmen awal, mengusung pasangan Syamsul Arifin – Gatot Pujo Nugroho, ST.

Pengakuan itu dibenarkan oleh Ketua DPW PPP Sumut H. Fadly Nurzal, SAg. Dalam pidatonya disebutkan, pengusungan Syamsul – Gatot merupakan ijtihad politik yang dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk jumlah ulama, umaro dan umat yang meminta Syamsul Arifin maju sebagai Cagubsu.

“Penetapan Mas Gatot sebagai Cawagubsu pun sudah benar. PPP sebagai parpol yang menggagasi terjadinya koalisi sangat legowo, demi kepentingan yang lebih besar dan mendasar,” tandas Fadly.

Ketua MUI Kota Pinang Al Ustadz H. Asli Pulungan dalam kesempatan itu mendoakan agar Syamsul Arifin diridhoi Allah menjadi pemimpin Sumut yang takut pada Allah, peduli pada umat, bertanggungjawabh pada bangsa dan Negara, serta siap menang dalam Pilkada Sumut.

Hadir Ketua DPC PPP Labuhan Batu yang juga Ketua DPRD Labuhan Batu Drs H. Abdul Roni Harahap, Ketua PAC PPP Kota Pinang Usman Harahap, Ketua DPC PKS Kota Pinang H. Abdul Rahim Ritonga dan sejumlah ulama serta kader PPP dan PKS.

Arakan Beca
Sebelum mengikuti acara PPP Kota Pinang, Syamsul Arifin bersama rombongan Road Show ‘ Silaturrahim Keliling’ berkesempatan singgah di Ponpes Ahmadul Jariah Jaln Bedagai Kota Pinang, yang diterima Pimpinan Yayasan H. Ahmad Darji Rambe, Pimpinan Ponpes H. Syaiful Mashuri Rambe berserja jajaran guru dan ratusan santri/santriah.
Dari Ponpes Ahmadul Jariah menuju tempat acara PPP, seratusan abang beca bermotor mengarak Syamsul Arifin denga njarak tempuh 30 menit perjalanan. Di sepanjang jalan Syamsul Arifin menerima lambaian tangan masyarakat, bahkan ada yang berusaha menyetop hanya untuk bersalaman dengan Bang Syamsul, seperti pada gambar dibawah. (tulisan ini diposting oleh Sofiyar).10.jpg

Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »

Jemaat Methodist Ingin Berjuang Bersama Syamsul Arifin Jadi Gubsu

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Maret 21, 2008

Rektor Universitas Methodist Indonesia DR Thomson Nadapdap, SSi menyebutkan, jemaat Gereja Methodist khususnya civitas akademika Universitas Methodist Indonesia ingin ikut berjuang dengan Tokoh Sumut H. Syamsul Arifin, SE yang didukung banyak pihak menjadi Gubsu periode mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Nadapdap dalam pidatonya pada sesi mengulosi Syamsul Arifin dalam acara peresmian gedung sekolah minggu dan konsistori Gereja Methodist Indonesia (GMI) sekaligus pemberian nama Manna terhadap GMI Helvetia tersebut oleh Bishop DR H. Doloksaribu, MTh di halaman GMI Manna Helvetia Jalan Beringin Raya Medan, Minggu (4/11).

Nadapdap menandaskan, cukup terkesan dengan tokoh Syamsul Arifin yang sudah ditabalkan bermarga Silaban, Sembiring dan Dhuha, yang tidak lain merupakan anak kandung dari seorang alumni sekolah Methodist yang begitu dekat dengan berbagai kalangan, khususnya jamaat Methodist.
Sementara Syamsul Arifin yang Bupati Langkat dan Ketua Umum PB MABMI ini menuturkan, almarhum Haji Hasan Perak orang tuanya menyelesaikan pendidikan di sekolah Methodist hingga kelas 13. Berkat didikan guru-guru Methodist, tokoh pejuang yang juga pengusaha tersebut bisa hafal injil dalam bahasa Inggris. Melengkapi kepiawaian guru agama Islamnya, yang juga membuatnya hafal Al Qur’an dalam bahasa Arab dan Inggris.

Ayahnya yang banyak menurunkan resep bergaul itu menurut Syamsul Arifin, berhasil menguasai 18 bahasa internasional, juga berkat didikan sekolah Methodist.
”Hanya dua orang non-Kristen ketika itu yang sekolah di Methodist. Yaitu Ayah saya dan Pak Sani yang pernah menjabat Kanwil Deppen Sumut dan Direktur Radio,” ujarnya mengenang.
Disampaikan, adik kandungnya H. Syah Affandin, SH yang kini Ketua DPD PAN Langkat juga alumni sekolah Methodist. Begitu juga menantunya, dr Zhainuddin Khan alumni Fak. Kedokteran Universitas Methodist Indonesia.

Dalam kesempatan itu Syamsul Arifin menyampaikan keinginan untuk menggagasi dilaksanakan reuni alumni sekolah Methodist berserta keluarganya, untuk mempererat tali kekeluargaan, sekaligus mendiskusikan bagaimana agar generasi tidak miskin dalam berbagai hal, tidak bodoh, tidak sakit dan punya masa depan.
Ulos dan Tortor

Sebagai ungkapan berbesar hati, tokoh GMI Manna Helvetia dalam kesempatan tersebut mengulosi Syamsul Arifin. Pemakaian ulos dilakukan St D. Silaban didampingi Thomson Nadapdap, ibu pendeta MU boru Panjaitan dan Ketua Panitia, M. Tampubolon berserta elemen lainnya.
Selanjutnya, Syamsul Arifin berkenan menortor bersama, dengan pilihan musik dan lagu iringan berjudul Anak Deli dan Mbiring-mbiring.
Sahabat Semua Suku tersebut berkenan pula mengunjungi bazaar GMI Manna Helvetia dan membeli sejumlah kupon bazaar yang selanjutnya dibagi-bagikan pada saat acara menortor berlangsung.

Sumber : Harian SIB, Medan diposting erik samosir dan sofiyar20.jpg

Ditulis dalam Tidak terkategori | 1 Komentar »

Assosiasi Seniman Karo Indonesia Dukung Syamsul Arifin Jadi Gubsu

Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Maret 10, 2008

Para seniman Karo baik yang tergabung dalam Assosiasi Seniman Karo Indonesia maupun yang telah berkiprah di Jakartamenyatakan mendukung H Syamsul Arifin SE menjadi Gubsu priode 2008-2013, karena Syamsul dianggap tokoh yang peduli terhadap seni dan budaya serta lancar berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, golongan maupun strata sosil.
Dukungan itu disampaikan pendiri Assosiasi Seniman Karo Indonesia Raja Edward Sebayang didampingi sejumlah artis dan seniman Karo, di antaranya Sastrawan Tarigan, Netty Vera Br Bangun, musisi papan atas Fakta Ginting, artis senior Karo Juliana br Tarigan kepada wartawan, Kamis (26/4) di Medan seusai menandatangani surat dukungannya.
Dikatakan Edward Sebayang, surat dukungan terhadap Syamsul Arifin yang ditanda-tangani sedikitnya 25 artis dan seniman Karo yang telah berkiprah di segala penjuru nusantara ini, dintaranya artis Jakarta Tio Fanta Pinem, artis yang lagi ngetop di blantika musik Top Pop Karo Harto Tarigan, Ferly Sitepu, Laris Bangun, Aris Ginting, Datuk Muda Barus, Sakti Sembiring.
Juga tidak ketinggalan ‘Perkolong-kolong’ Karo Keleng Barus dengan pasangannya Anita Br Sembiring, penyanyi di segala zaman Robby Ginting, Alan Dhani Sitepu, Edy Tarigan, Ucok Pinem, Putra Ginting, Kilo Bangun, Amirudin Surbakti dan sejumlah seniman lainnya.
Menurut Ketua Akad (Assosiasi Kepala Desa Kabupaten Karo) ini, para seniman Karo menjatuhkan pilihannya kepada Syamul Arifin tidak lain hanya untuk melestarikan serta meningkatkan seni budaya daerah, karena Syamsul memiliki figur peduli terhadap seni budaya dan dipastikan akan memperhatikan peningkatan anggaran di APBD untuk seniman.
“Pak Syamsul kami nilai sangat pantas jadi Gubsu, selain merakyat juga kemampuannya tidak diragukan lagi, sehingga para seniman Karo siap merapatkan barisan serta turun ke lapangan untuk memobilisasi massa,” ujar artis senior Karo Juliana Br Tarigan yang juga dikenal penyanyi kelahiran Kabupaten Langkat.
Fakta Ginting dan Tio Fanta Pinem juga menyatakan, Syamsul Arifin merupakan calon Gubsu yang terbaik di antara yang baik, sehingga kemampuannya tidak diragukan lagi dalam memimpin Sumut serta merupakan figur yang sangat peduli terhadap artis mupun masyarakat seni.
Ditambahkan Harto Tarigan yang termasuk salah satu vokalis terbaik Karo saat ini menyatakan, untuk menjadi pemimpin ke depan harus figur yang memahami selera serta kemauan seluruh masyarakat, bukan hanya mementingkan kelompok.
“Untuk hal ini, kami melihat ada dalam Pak Syamsul Arifin, karena ia bisa bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat dan memiliki solidaritas yang tinggi, tidak sombong dan bisa bergaul dengan siapa saja,” ujar Harto senada dengan Netty Vera.
Diakhir keterangannya, Raja Edwrd Sebayang yang dikenal pencipta lagu-lagu Karo ini menyatakan keyakinannya Syamsul Arifin akan bisa menduduki jabatan orang nomor satu di Sumut, karena kepiawaiannya serta kedekatannya kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga tekadnya sudah bulat mendukung habis-habisan.
“Apalagi Menteripun pernah menyatakan Pak Syamsul sangat dekat dengan atasan dan bawahan maupun rakyat hingga ke akar rumput, sehingga pasti bisa mengkordinasikan pembangunan di semua daerah, dan sangat kreatif serta memiliki keberanian untuk berinovasi,” ujarnya sembari menyatakan surat dukungan tersebut telah disampaikan kepada Syamsul Arifin yang saat ini menjabat BupatI Langkat. (DIAMBIL DARI HARIAN SIB1_440138379m.jpg)

Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »