Samosir (diposting dwinta anggraini)
Jambore teknologi tepat guna (TTG) pedesaan ini dimaksudkan sebagai wahana untuk saling tukar informasi dan menghubungkan para produsen teknologi dan para pengguna teknologi. Karena itu, Jambore TTG kita maksudkan sebagai upaya penyebar-luasan dan memasyarakatkan TTG pedesaan kepada masyarakat luas.
Hal itu dikatakan Gubsu Syamsul Arifin saat membuka Jambore TTG dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan energi, Jumat (11/7) di Tuktuk Samosir. Dengan adanya event itu Gubsu berharap ada rangsangan terkait perkembangan dan kemajuan TTG melalui inovasi dan penemuan-penemuan baru.
Kita menyadari potensi sumber daya alam yang melimpah. Tanpa penguasaan teknologi yang memadai untuk mengolahnya tidak akan memberi manfaat yang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu penguasaan TTG bagi masyarakat desa mutlak kita upayakan secara terarah dan terencana, kata Gubsu.
Kepada Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) Lukman Edy yang juga hadir dalam pembukaan Jambore itu, Gubsu kembali mengingatkan faktor kemiskinan merupakan permasalahan umum masyarakat desa. Kemiskinan itu dikatakan karena rendahnya produktifitas yang disebabkan tidak menggunakan teknologi produksi yang efisien.
Untuk itu, kata Syamsul, hasil karya masyarakat patut diberi penghargaan sekaligus memberdayakan masyarakat secara luas. “Saya menghimbau Pemerintah Kabupaten/Kota agar menyediakan dana yang memadai dari APBD untuk pengembangan dan pemberdayaan teknologi tepat guna yang dibutuhkan masyarakat,” kata Gubsu.
Seperti kebiasaan, saat itu Gubsu secara jenaka memberikan penghargaan yang tinggi kepada masyarakat Batak khususnya Samosir. Dikatakan kehadirannya di Samosir berada dalam zona “Berbahaya”, zona Hula-hula.
Bapak Menteri, saya berada disini sebenarnya tidak berarti apa-apa. Bagi saya daerah ini “Berbahaya”, zona Hula-hula. Saya di sini sebagai boru karena istri saya sudah punya marga boru Simbolon. Jadi saya harus berhati-hati berbicara di daerah ini, kelakarnya dan disambut tepuk gemuruh hadirin saat itu.
Namun demikian, tidak lupa salutnya kepada orang Batak sebagai orang yang “keras”. Gubsu mengatakan, di atas batu saja orang Batak bisa hidup apalagi di atas air. Hal itu disebabkan “kekerasan” orang Batak digunakan untuk menghadapi rintangan hidup.
Di akhir sambutannya, Gubsu secara pribadi menyampaikan salut kepada Bupati Samosir Mangindar Simbolon karena dinilai secara bertahap mampu memimpin pejabat di Samosir mengikuti perkembangan daerah yang sudah lebih dahulu berkembang. Juga diucapkan terimakasihnya kepada Kementrian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal karena sudah memberikan satu unit kapal pesiar untuk Samosir.
Menteri PDT Lukman Edy, sebelum meresmikan kapal pesiar “Samosir Horas Cruise” mengharapkan kehadiran kapal itu di Samosir dan Danau Toba dapat mendongkrak kebangkitan dunia pariwisata sekitarnya. Keberadaan kapal itu diminta sebagai alat transportasi antar kabupaten.
Keberadaan kapal ini tidak boleh mematikan kapal rakyat yang diusahai selama ini. Harus ada pengaturan yang baik. Jika akhirnya penggunaan kapal ini dapat mendongkrak pariwisata baik itu alamnya, budaya, agama dan makananannya boleh minta satu kapal lagi, kata Menteri yang disambut gembira hadirin khususnya Pemkab Samosir.
Bupati Samosir Mangindar Simbolon mengatakan sangat berterimakasih kepada Gubernur dan Sumut atas kepercayaan ditetapkannya Samosir sebagai tuan rumah pelaksanaan Jambore TTG. Tema Jambore TTG kali ini juga dikatakan sangat berhubungan erat dengan Visi Kabupaten Samosir menjadi kabupaten pariwisata tahun 2010 yang leih indah, damai dan berbudaya dengan dukungan agribisnis yang ramah lingkungan menuju masyarakat yang lebih sejahtera.
Selain meresmikan Jambore TTG, Gubsu yang disebutkan Bupati Samosir punya hubungan emosional tersendiri dengan Samosir itu diminta kesediaannya untuk meresmikan SMK Pariwisata di Tuktuk. Peresmian itu dilakukan dengan menandatangani prasasti.
Hadir dalam pembukaan Jambore TTG anggota DPD Parlindungan Purba, anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara Ir GM Candra Panggabean beserta istri Ny.Linda br Marpaung, Sanggam SH Bakkara dan beberapa undangan dari Medan serta Jakarta. Juga terlihat beberapa KDh seperti Bupati Dairi Master Tumanggor, Bupati Tobasa Monang Sitorus, Walikota Tanjung Balai Sutrisno Hadi dan mewakili beberapa KDh masing-masing daerah.
Usai diresmikannya Jambore TTG VIII, Menteri, Gubernur dan para tamu dari berbagai daerah se-Sumut dan rombongan meninjau beberapa stand di lokasi Jambore TTG. Selanjutnya mereka melakukan perjalanan menggunakan kapal Samosir Horas Cruise.
Arsip untuk Juli, 2008
Gubsu: Orang batak “keras”, di atas batu saja hidup apalagi di atas air
Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Juli 12, 2008
Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »
Gerakan 5 Juta Pohon
Ditulis oleh pilihsyamsul di/pada Juli 5, 2008
(MEDAN) – Guna menyemarakkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2008, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Utara (Bapedaldasu) menggelar Pekan Raya Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara 2008 dengan tema “Ubah Perilaku dan Cegah Pencemarannya”.
“Berbagai kegiatan bertemakan lingkungan akan digelar dengan memfokuskan gerakan 5 juta pohon dalam rangka pemulihan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedaldasu) Prof Syamsul Arifin, SH., MH di Medan, Rabu (2/7).
Menurut Syamsul, dalam rangka memperingati 36 tahun deklarasi Stokholm 1972, setiap 5 Juni ditetapkan masyarakat internasional sebagai hari Lingkungan hidup sedunia untuk mengingatkan manusia akan pentingnya fungsi pelestarian lingkungan hidup dalam menyelamatkan lingkungan bagi keberlanjutan pembangunan dan untuk kesejahteraan masyarakat dari generasi ke generasi.
Tahun 2008, lanjutnya, merupakan titik awal penempatan isu lingkungan dalam kerangka pembangunan di daerah sesuai amanah PP No 38/2007, di mana lingkungan hidup merupakan urusan wajib ketiga setelah pendidikan dan kesehatan yang harus diberhasilkan pelaksanaannya untuk menwujudkan masyarakat sejahtera.
Kegiatan ini digelar mulai 9 hingga 26 Juli di Bina Graha Sumut, Aula Bapedaldasu, IAIN SU, Hotel Madani Medan, Hotel Darma Deli Medan, Hotel Danau Toba Medan, Aula Kawasan Industri Medan, Hotel Garuda Plaza dan Pekan Raya Sumatera Utara.
Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »