TEBING TINGGI – Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia, Syamsul Arifin, bergelar Datuk Lelawangsa Sri Hidayatullah berpesan agar masyarakat Melayu berbuat untuk kemajuan Kota Tebing Tinggi.
“Kota ini strategis, karena itu dibutuhkan peran Melayu dalam berbagai bidang untuk kemajuan Tebing Tinggi,” katanya, tadi pagi.
Dikatakan Syamsul yang juga gubernur Sumut, etnis Melayu itu merupakan etnis besar di negeri ini, karena keberadaan Melayu mulai dari Aceh hingga Ternate. Melayu juga bukan semata etnis tapi merupakan resam.
Di mana setiap etnis lain yang telah mengikuti adat kebiasaan Melayu, maka bisa dipandang sebagai Melayu. Itu sebabnya, kata Gubsu, etnis Karo itu Melayu, demikian juga dengan Tapsel, juga Phakpak Bharat.
Gubsu juga menyatakan di hadapan sekira 500 an undangan, masyarakat Melayu harus berbuat. Artinya, orang Melayu harus memberi dan semestinya tidak meminta.
“Rasulullah itu tangannya selalu berada di atas dan tidak di bawah. Jadi Melayu itu mestinya demikian,” tegas Syamsul, yang baru mendapatkan gelar Datu’ Seri dari Kerajaan Penang, Malaysia.
Sebelumnya Ketua PD MABMI kota Tebing Tinggi H. Irham Taufik Umri, menyatakan ada tiga cirri yang melekat dalam karakter orang Melayu, yakni beragama Islam, beradat istiadat Melayu dan berbahasa Melayu.
Berdasarkan karakter itu, ciri-ciri negatif orang Melayu dahulu seperti, perajuk, pemalas dan pengamuk, harus dihilangkan dan digantik dengan sikap kreatif, etos kerja, pembaharu dan rasa ingin maju. Sedangkan agama Islam harus diemban secara totalitas dan keseluruhan.